Kamis, 14 Agustus 2008

mengenang (alm) ki hadi sugito

Barang siapa yang pernah kuliah di jogja...dan agak pengen tahu budaya jawa...orang muda...25 % mungkin kenal dengan ki Hadi sugito. sosok dalang yang jadi idola anak muda. Hampir setiap malam beliau (dulu...ndak tahu sekarang), ajeg 'ditanggap' di radio radio sekitaran jogja. Ditanggap dalam artian sebenar-benarnya. Dulu, kalo orang punya hajat, dan kebetulan punya banyak duwit, maka sebuah kebanggaan untuk bisa nanggap wayang (lengkap dengan dalang dan gamelannya tentu saja). Tentu juga berkaitan denga dana yang tidak sedikit. Dalang kondang sekelas ki Mantep jelas mengeruk kocek sekitar 75 juta. tarif dalang yang lain juga bervariasi.

nah...dijaman yang serba irit, bagi yang punya hajat tidak harus menghadirkan Wayang sekotak, gamelan sepangkon, warangono, wiyogo dan laen-laen. Cukup datang ke sebuah stasiun radio (GCD FM misalnya). Pesan lakon, dalang, tentukan waktu,pentas, (tentunya yang ada dalam koleksi pihak radio), mbayar,dan......sim salabim....nama yang punya hajat, hajatnya, alamat, akan disampaikan disela-sela cerita wayang oleh narator dengan gaya MC jawa dengan santun.

Ki hadi sugito adalah salah satu dalang yang laris ditanggap di radio. alasanya mungkin karena beliau ndagel. bagi saya itu juga salah satu alasan , namun yang lebih yahud ..adalah ontowecono ki hadi sugito yang sangat piawai membagi suara dalam intonasi dan warna suara yang beda.

sayang..beliau sudah 'ditanggap' sama Yang Maha Kuasa pada bulan januari 2008. Selamat jalan Pak gito