saya mulai dengan sebuah prolog:
setelah hampir 15 tahun tidak ketemu, baik secara sendirian maupun kolektif, baik fis to fis (istilah thukul di 4 mata), maupun dengan cara yang paling umum : surat, email...maupun telpon, saya berhasil melakukan interaksi dengan tidak terduga dengan teman lama SMU. Perempuan, kerja di Bank nasional, Jakarta. Intinya: setelah mendapat no HPnya saya selaku pria sejati menelpon duluan :
ada kaget, seneng, ephoria...
lalu tukar informasi (biasa) tentang gacoan masing-masing, kerja dimana, anak berapa, sampai masalah nama anak : Anaku sulung laki laki 5 tahun dengan nama SANG SAKA ADITYA, yang no 2 SANG GALIH PURUHITO 3 tahun. Sambil cengengesan komentarnya tak terduga : nama anakmu kok nggak mengglobal ...!!!!
lama setelah percakapan usai saya tercenung. mencoba mencari makna apa dengan kata nama yang tidak global. Kata kunci : nama dan global.
Coba anda ingat nama anda sendiri. Atau teman-teman, saudara, bapak anda, embah, mbah buyut, pakde...bulik. tante, om, abah, aa, Abang, Ito...apakah juga dengan kesadaran mengglobal ?
Nama saya : Riswanto Agung Sedayu. bagi anda yang suka cerita silat dan anda kebetulan tinggal di Jawa tengah (Jogja) tentu tahu bahwa Nama AGUNG SEDAYU adalah salah satu tokoh di serial Api di Bukit Menoreh karya Alm. SH. Mintardja. Bapak saya sangat menggemari cerita itu dan tanpa ijin mencomot buat saya anaknya yang lahir di awal cerita itu dimulai dan mungkin sudah menjadi legenda di jogja.... bapak saya tentu tidak berusaha memberi nama yang global (menurut temen saya tadi), tapi itulah kultur yang melingkupi bapak saya.
Saya jadi mengamati dengan kaca mata saya sendiri. Penamaan anak ternyata memiliki trend sendiri. Pada saat budaya barat masuk dengan leluasa...nama anak menjadi lebih berbau barat.
Jadi tidak aneh kalo babaknya bernama Joko (asli Jawa tengah sragen) dan Ibunya bernama Dewi ( asli ponorogo), kemudian punya nama anak namanya Aurel, Michel, Debora.....
kemudian setelah kehidupan beragama (islam) mulai semarak di kalangan kelas menengah , nama berbau arab mulai marak : Zidan, Ghifar, Nahl, Afya, Nafya.....
( nama model Muhammad, ismail, Ibrahim..dll, agak kurang laku di kalangan menengah kayaknya).
Menarik juga bahwa orang hongkong juga punya nama Internasioanl : Jacky Chen, Michael chang, Victoria Tang....
jadi ...nama tak lagi menjadi sederhana, seperti kata sastrawan inggris bilang.
Kata kunci yang kedua : Global. Global menjadi kata lain dari : Barat. bahwa yang barat itu lebih global. Bahwa usul asal global emang dari barat (Eropa..amerika). Mc Donald lebih global dari pada ayam goreng suharti, gudeg kalah pamor dengan Kentang goreng, wayang kalah sama film layar tancep.
jadi nama anak juga perlu diglobalkan juga kayaknya, biar nanti kalo kenalan dengan orang bule dianggap agak global; My name is Michel Joko Widayat....thank you !!!
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar